Sabtu, 26 Mei 2018

Tere - Liye



 Rembulan Tenggelam Di Wajahmu





Buku cerita yang berjudul “  Rembulan Tenggelam Di Wajahmu “ oleh pengarang Tere Liye berkisah tentang perjalanan hidup seseorang dengan dipenuhi berbagai ujian, peran tokoh utama yang beranama Ray, lalu Ray berfikir bahwa dia telah terkutuk oleh langit, yang dikeluarkan oleh penerbit PT Gramedia,Jakarta mempunyai tebal halaman 426 halaman, dengan cetakan ke VI.

Perjalanan hidup yang sangat panjang, dengan segala ujian yang dilalui Ray merasakan pahit – manisnya perjalanan hidup yang dia hadapi sejak kecil. Ray anak yatim piatu yang pernah tinggal disebuah panti asuhan, dengan pengalaman yang Ray hadapi saat berada dipanti asuhan Ray sering dipukuli oleh penjaga panti asuhan.

Pengalaman hidup Ray yang lain pun masih banyak, pernah menjadi seorang bandar judi disebuah terminal kota, dengan kebosanan yang Ray jalanin akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah singgah. Dimana rumah tersebut dapat memberikan banyak warna terhadap Ray.

Perjalanan masih berlanjut 6 tahun kemudian, Ray jalani dengan menjadi pengamen disebuah gerbong kereta api, hingga akhirnya Ray bertemu dengan seorang lelaki. Akhrnya mereka menjadi sahabatan, lelaki itu seorang pedagang besar yang beda dengan seorang pedagang yang lainnya, dia hanya menjual berlian tanpa harus membeli.

Ray melanjutkan perjalanan hidup, hingga akhirnya Ray bertemu dengan dengan seorang gadis cantik disebuah gerbong makan, Ray mencoba mendekatinya meski awalnya gadis itu enggan, karena ternyata gadis itu adalah seorang pelacur. Namun, setelah mendengar penjelasan dari wanita yang amat sangat dicintainya tersebutlah mereka tetap melanjutkan kisah kasih mereka kejenjang pernikahan. Ray yang sekarang menjadi mandor sukses ditemani istrinya yang amat sayang peduli terhadapnya.
Wanita sederhana yang selalu ada, yang membuat hari-hari Ray menjadi lebih bersemangat.Namun sayang, kebahagiaan Ray hanyar berkisar 6Tahun, istrinya meninggal, dan itu artinya ia sendiri lagi. Berbagai cobaan kembali menghampirinya, pertanyaan-pertanyaan yang lalu kembali menyelimuti fikiranya. Perusahaannya hancur, Kerabat satu persatu meninggal dunia, kemudian ia terbaring lemah dirumah saki menjalani operasi, hingga terserang komplikasi, dan ia menderita penyakit juga selama 6tahun, lagi dan lagi ia kembali sendiri. Hingga 5 jawaban dari 5 pertanyaan perjalanan hidupnya terjawab satu persatu.
“Kau benar, Ray. Ada satu janji Tuhan. Janji Tuhan yang sungguh hebat, yang nilainya beribu kali tak terhingga dibandingkan menatap rembulan ciptaanNya. Tahukah kau ? Itulah janji menatap wajahNya. Menatap Wajah Tuhan. Tanpa tabir, tanpa pembatas.. Saat itu terjadi maka sungguh seluruh rembulan di semesta alam tenggelam tiada artinya. Sungguh seluruh pesona dunia akan layu. Percayalah selalu atas janji itu, Ray, maka hidup kita akanterasa indah....” Orang dengan wajah menyenangkan itu menyentuh lembut bahu pasien dihadapannya.
KEUNIKAN dan KEUNGGULAN NOVEL
Novel ini dapat dibilang unik karena dengan cerita ini melalui sudut pandang orang ketiga serba tahu, namun buku ini dapat membuat penasaran pembaca. Novel ini mengajarkan apa arti syukur, kesederhanaan, ikhlas, dan menghargai apa yang telah kita miliki. Novel ini juga benar-benar mengajak kita pergi kedunia fantasi, berkhayal mengikuti alur ceritanya.

KELEMAHAN NOVEL
Diawal cerita, novel ini benar-benar membosankan dan membingungkan, awalnya cukup malas membacanya karena alur ceritanya, gaya bahasanya, sulit sekali dipahami.Namun, karena rasa penasaran yang luarbiasa yang membuat saya kembali bermanfaat untuk membacanya. 

Selasa, 08 Mei 2018

HARDIKNAS






Pengembangan Pendidikan Nasional







Tanggal 2 Mei tepatnya adalah hari Pendidikan Nasional. Hari dimana lahirnya pendidikan di Indonensia.Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidkan kita yaitu Ki Hajar Dewantara dengan nama asli Raden Mas Soewardi. 

Oleh karena itu, Hardiknas selayaknya tetap menjadi salah satu hari peringatan yang penting di Indonesia. Karena tanpa adanya suatu hal bernama "pendidikan" dan gagasan dari Ki Hajar Dewantara dan tokoh pendidikan nasional lainnya, maka kita dapat menjadi bangsa yang tidak tahu berbagai hal atau bahkan menjadi bangsa yang terbelakang.

Pendidikan pada hakikatnya adalah sebagai alat untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Sumber daya manusia merupakan suatu realitas yang nyata, yang telah disumbangkan oleh pendidikan sebagai suatu kemunduran dan kemajuan dalam suatu bangsa.
Saat ini banyak generasi muda yang menyampingkan pendidikan dengan berbagai hal, seharusnya pendidikan mampu menciptakan pribadi yang bermoral, mandiri, jujur, berperilaku santun dan berakhlak mulia.



Kemudahan yang didapat dalam menempuh jenjang pendidikan saat ini diharapkan bagi generasi muda, memanfaatkan ilmu pengetahuan sebaik-baiknya dan setinggi-tingginya. Ilmu merupakan jendela dunia, seperti  kutipan dalam kalimat kiasan “Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga ke Liang Lahat” atau “Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri Cina”.

Dengan adanya berbagai masalah yang dialami,mereka dapat dengan mudah menyelesaikan masalah tersebut dalam kehidupannya. Dalam menghadapi masalah tersebut mereka dapat memanfaatkan pendidikan dengan cara membuat suatu lembaga yang akan membantu generasi muda sekaligus dapat menghasilkan penghasilan berupa uang dan jasa.

Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan secara merata, jika belum merata berarti status pendidikan di negeri ini belum berstatus nasional, disisi lain memang sulit untuk dapat mengakses dan menyemeratakan pendidikan di negeri ini, begitu banyak rintangan yang harus dilalui oleh dinas pendidikan terkait.

Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum merata. Misalnya saja di kota-kota besar disana sarana dan prasarana pendidikan disana sudah sangat maju. Sedangkan di desa-desa hanya mengandalkan sarana dan prasarana seadanya, bukan hanya masyarakat di desa saja yang masih tertinggal pendidikannya. 

Namun tak ada alasan apapun, sebab para pahlawan tak pernah mengandalkan alasan dalam proses meraih dan menggapai demi kemajuan negeri ini, apalagi dulu semua akses dan peralatan serba terbatas, beda dengan sekarang yang sudah lengkap dan tersedia, hanya ada satu yang belum ada pada zaman sekarang ini, yaitu niat untuk berubah dan bergerak.

Artikel Feature

Hijab bukan hanya untuk menutup aurat Sebagai wanita muslim berhijab merupakan perintah yang wajib dikenakan, karena apa yang Allah...