Selasa, 08 Mei 2018

HARDIKNAS






Pengembangan Pendidikan Nasional







Tanggal 2 Mei tepatnya adalah hari Pendidikan Nasional. Hari dimana lahirnya pendidikan di Indonensia.Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari lahirnya salah satu tokoh pendidkan kita yaitu Ki Hajar Dewantara dengan nama asli Raden Mas Soewardi. 

Oleh karena itu, Hardiknas selayaknya tetap menjadi salah satu hari peringatan yang penting di Indonesia. Karena tanpa adanya suatu hal bernama "pendidikan" dan gagasan dari Ki Hajar Dewantara dan tokoh pendidikan nasional lainnya, maka kita dapat menjadi bangsa yang tidak tahu berbagai hal atau bahkan menjadi bangsa yang terbelakang.

Pendidikan pada hakikatnya adalah sebagai alat untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas unggul. Sumber daya manusia merupakan suatu realitas yang nyata, yang telah disumbangkan oleh pendidikan sebagai suatu kemunduran dan kemajuan dalam suatu bangsa.
Saat ini banyak generasi muda yang menyampingkan pendidikan dengan berbagai hal, seharusnya pendidikan mampu menciptakan pribadi yang bermoral, mandiri, jujur, berperilaku santun dan berakhlak mulia.



Kemudahan yang didapat dalam menempuh jenjang pendidikan saat ini diharapkan bagi generasi muda, memanfaatkan ilmu pengetahuan sebaik-baiknya dan setinggi-tingginya. Ilmu merupakan jendela dunia, seperti  kutipan dalam kalimat kiasan “Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga ke Liang Lahat” atau “Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri Cina”.

Dengan adanya berbagai masalah yang dialami,mereka dapat dengan mudah menyelesaikan masalah tersebut dalam kehidupannya. Dalam menghadapi masalah tersebut mereka dapat memanfaatkan pendidikan dengan cara membuat suatu lembaga yang akan membantu generasi muda sekaligus dapat menghasilkan penghasilan berupa uang dan jasa.

Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan secara merata, jika belum merata berarti status pendidikan di negeri ini belum berstatus nasional, disisi lain memang sulit untuk dapat mengakses dan menyemeratakan pendidikan di negeri ini, begitu banyak rintangan yang harus dilalui oleh dinas pendidikan terkait.

Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum merata. Misalnya saja di kota-kota besar disana sarana dan prasarana pendidikan disana sudah sangat maju. Sedangkan di desa-desa hanya mengandalkan sarana dan prasarana seadanya, bukan hanya masyarakat di desa saja yang masih tertinggal pendidikannya. 

Namun tak ada alasan apapun, sebab para pahlawan tak pernah mengandalkan alasan dalam proses meraih dan menggapai demi kemajuan negeri ini, apalagi dulu semua akses dan peralatan serba terbatas, beda dengan sekarang yang sudah lengkap dan tersedia, hanya ada satu yang belum ada pada zaman sekarang ini, yaitu niat untuk berubah dan bergerak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Feature

Hijab bukan hanya untuk menutup aurat Sebagai wanita muslim berhijab merupakan perintah yang wajib dikenakan, karena apa yang Allah...